Komisi III dan VII DPR menggelar rapat

Politik Terkini. Menurut Bambang, selain soal penambangan ilegal, rapat kali ini juga akan membahas perihal banyaknya kasus sengketa tanah di beberapa daerah, yang tidak jarang berujung pada konflik kekerasan.

"Terutama soal perizinan masih tumpang tindih dan rentan dengan gesekan dan pertikaian di bawah," sambung Bambang.

Komisi III dan Komisi VII DPR hari ini menggelar rapat gabungan dengan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim), dan seluruh Kapolda di kawasan Sumatra, Kalimantan, sebagian wilayah Sulawesi, serta Papua. Agenda rapat yakni membahas maraknya kasus illegal minning (penambangan ilegal) akhir-akhir ini.

"Pertama bahas soal illegal minning dan illegal logging. Supaya ada koordinasi yang bagus antara Komisi III dan Komisi VII," kata anggota Komisi III, Bambang Soesatyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2012).

Untuk itu, Marzuki menyarankan agar masa reses dikurangi menjadi dua pekan. Dalam waktu dekat, pengurangan masa reses itu akan dibahas di DPR. "Satu bulan terlalu lama, kita akan mengurangi jumlah harinya. Mungkin dua minggu cukuplah," ujarnya.

Untuk diketahui, masa reses DPR merupakan masa istirahat bagi anggota dewan. Setahun, anggota dewan mendapat empat kali reses. Masa istirahat ini banyak digunakan oleh anggota dewan untuk pulang ke dapilnya. Namun dengan terlalu lamanya masa reses anggota dewan in, banyak RUU yang terbengkalai. Padahal RUU tersebut sangat mendesak untuk dibahas dan disahkan.

Selain itu, sambung politikus Partai Golkar itu, rapat kali ini juga bertujuan untuk meminimalisir kerugian negara akibat dari banyaknya eksploitasi alam yang tidak memiliki izin resmi.

"Komisi VII kan soal mineral, tambang, nanti juga sama Dirjem Minerba. Soal tumpang tinding lahan, sengketa lahan. Rapat gabungan ini untuk mencegah kerugian negara lebih besar lagi," pungkasnya.

Masa reses anggota DPR sekira satu bulan dinilai terlalu lama oleh berbagai kalangan. Ketua DPR, Marzuki Alie, pun mengusulkan agar masa reses dikurangi.

"Reses itu terlalu lama, walau kita tahu perlu untuk turun ke dapil, tapi saya yakin kalau kita banyak bekerja pasti rakyat akan melihat," kata Marzuki saat menghadiri perayaan HUT Taufiq Kiemas ke-70 di Balai Kartini, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (31/12/2012).

No comments:

Post a Comment