Ruhut ingin Demokrat diselamatkan

Berita Politik Hari ini. Gun Gun menilai, manajemen konflik dalam pemecatan Ruhut sebagai kader membuat Partai Demokrat kedodoran. Sebagai Ketua DPP Kominfo, Ruhut memang dinilai vokal lantaran kerap menyudutkan posisi Anas Urbaningrum yang merupakan Ketua Umum partai.

“Nama Ruhut juga tidak dicantumkan dalam kepengurusan Partai Demokrat untuk verifikasi di KPU sebelumnya. Anas dinilai tepat ‘memarkirkan’ Ruhut karena sering perang di media massa bersama pengurus partainya. Tidak mungkin Demokrat tidak menunjukan solidaritasnya melihat ketua umumnya diserang, ” pungkasnya.

Tujuan Ruhut, kata Iberamsjah, sangat baik, yaitu agar Partai berlambang Mercy ini tidak terus terpuruk. "Dia (Ruhut) ingin Demokrat diselamatkan," katanya. Ruhut, kata Iberamsjah, adalah kader yang mampu melihat turunnya elektabilitas partai. "Ruhut bisa berpikir jernih karena memang elektabilitas Demokrat turun karena ada beberapa kader yang terlibat kasus hambalang," jelasnya.  Sebelumnya, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarif Hasan, menilai, Partai Demokrat tidak perlu memecat Ruhut Sitompul dari jabatannya sebagai Ketua Divisi Kominfo DPP. Menurut dia, Ruhut sangat loyal terhadap partai.

"Tidak, saya pikir partai itu adalah perkumpulan dari orang-orang banyak. Siapapun dia, sepanjang loyal kepada pimpinan, sepanjang dia memperjuangkan kepentingan rakyat ya dia adalah bagian dari pada partai itu," ujarnya kepada wartawan di sela-sela acara Silahturahmi Nasional Partai Demokrat di SICC, Sentul, Jawa Barat.

Syarif mengatakan, sampai saat ini belum ada usulan yang dilayangkan para Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat. "Saya pikir tidak ada, tidak ada usulan dari DPD-DPD," tuturnya.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah, mengatakan pernyataan-pernyataan kontroversial  mantan ketua divisi Kominfo DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul terkadang benar. Salah satu pernyataan yang dianggap Iberamsjah masuk akal, ialah pernyataan Ruhut yang menyebut agar orang-orang yang terlibat korupsi untuk mundur sementara, termasuk Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

"Ruhut sendiri bukan anak emas juga, tapi untuk kali ini memang dia mengusulkan solusi. Dia itu kan memberikan masukan tapi malah dipecat," Jumat (14/12/2012) malam.

Siapa pun di Demokrat, kata Iberamsjah, tentu ingin membuat partai berwarna biru ini tidak semakin terpuruk karena citranya jatuh akibat adanya kader yang terlibat korupsi. Hanya saja, tidak ada yang selantang Ruhut dalam berkomentar.  "Pada dasarnya semuanya, termasuk Dewan Pembina tentu ingin begitu, oknum yang terindikasi korupsi dimundurkan, cuma enggak ada berani kaya ruhut," tambah Iberamsjah.

Pemecatan Ruhut Sitompul dari Ketua Divisi Kominfo DPP Partai Demokrat, dapat membuka jalannya baginya untuk bergabung ke partai lain. Ruhut dinilai bisa menjadi agresor bagi Demokrat karena pemecatan itu.

“ Jika Ruhut dipecat dari Partai Demokrat dan tidak menjadi kader, maka Ruhut bisa menjadi agresor di luar Demokrat. Makanya dia tidak dipecat sebagai kader melainkan dari jabatan Ketua DPP Kominfo Partai Demokrat,” kata Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto, di Jakarta.

No comments:

Post a Comment