Tragedi Balon Udara, Perlindungan Mesir terhadap Turis Diragukan

Berita Hari Ini. Tragedi balon udara meledak di Luxor menyisakan kenangan buruk bagi pariwisata Mesir dan wisatawan dunia. Belakangan, perlindungan Mesir terhadap turis mulai diragukan.

Atraksi balon udara di atas jantung Mesir kuno, Luxor, menjadi puncak kunjungan bagi banyak wisatawan. Reputasi Luxor sepertinya akan menurun seiring tragedi meledaknya balon udara dan menewaskan 19 wisatawan di dalamnya pada Selasa, 26 Februari 2013, pagi waktu setempat. Kebanyakan turis berasal dari Hong Kong, Jepang, Prancis, Inggris, dan Hungaria.

Denyut pariwisata Luxor segera terhenti. Kini, pemerintah daerah setempat tengah sibuk memulangkan para korban dan berusaha mencari penyebab kecelakaan. Pada perhitungan jangka panjang, tragedi itu ditengarai akan berdampak lebih luas bagi pariwisata Mesir.

Luxor, bersama dengan Aswan dan Sungai Nil, menjadi destinasi andalan Mesir dalam upaya menarik wisatawan sebanyak mungkin dan menyediakan lapangan kerja yang cukup. Sebenarnya, 'rapor merah' Mesir sempat terekam saat Kuil Hatshepsut menjadi lokasi pembantaian lebih dari 60 wisatawan oleh teroris pada 1997.

Secara perlahan, jumlah pengunjung kian banyak, terbukti beberapa maskapai menambah penerbangannya ke Mesir pada periode 2009-2010. Belakangan, rute baru tersebut ditutup segera setelah dimulainya pemberontakan di Mesir pada 2011.

Dalam dua tahun terakhir sejak Presiden Mubarak digulingkan, wisatawan kembali datang ke pantai resor Laut Merah, kompleks kuil di Karnak, dan Lembah Para Raja. Dua atraksi terakhir bisa dinikmati dari atas dengan balon udara yang diterbangkan dari Luxor. Sungai Nil sendiri mulai kurang pamor.

Kini, Luxor kembali mengerek pamornya. Penyidik ??akan melihat apakah penyebab tragedi balon udara yang menewaskan 19 wisatawan adalah pemangkasan biaya operasional atau sebab lainnya. Kepolisian setempat juga akan menyelidiki prosedur keamanan menaiki balon udara yang diterapkan pelaku usaha di Luxor, seperti dikutip dari Independent, Rabu (27/2/2013).

Sebenarnya, sebuah penghargaan bagi Mesir bahwa tidak ada catatan wisatawan dirugikan selama dua tahun terakhir setelah kekacauan politik. Namun, tragedi balon udara tampaknya bisa memperkuat kesan yang berkembang bahwa penegakan hukum di Mesir—khususnya perlindungan turis—terbilang masih kurang.

No comments:

Post a Comment